Daftar artikel di halaman ke-51

Ketika kita akan men-deploy atau hosting sebuah web di server shared hosting, kita akan diberikan fasilitas FTP untuk upload file. Kita bisa menggunakan FTP Client seperti FileZilla untuk upload file. Namun, bagaimana kalau nanti ada perubahan? Tentu kita akan mencari file yang diubah dan di-upload lagi. Hal ini mungkin terasa sedikit melelahkan. Sedangkan, kalau kita menggunakan Git. Kita hanya perlu melakukan push untuk meng-upload perubahan ke server atau repository remote. Akan tetapi, server yang kita gunakan tidak mendukung Git.

Github memiliki layanan hosting Static Page yang bisa kita manfaatkan untuk hosting Hugo. Pada dasarnya SSG seperti Hugo akan membuat sebuah file statis yang (biasanya) berada di dalam direktori public. Nah direktori ini yang akan kita upload ke Github agar website atau blog kita bisa dibuka melalui: https://username.github.io atau kustom domain sendiri.

Kita bisa melakukan push ke Github melalui dua metode yakni, melalui protokol HTTPS dan SSH. Jika kita menggunakan HTTPS, maka kita akan dimintai password di setiap kali melakukan push. Sedangkan kalau pakai SSH, ini tidak perlu.. ..karena password-nya akan diwakili oleh SSH Key. Pada tutorial ini, kita akan belajar gimana cara setup SSH Key untuk Github. Sehingga nanti bisa melakukan push tanpa harus ngetik password terus menerus.

Baru belajar Javascript? ..dan masih bingung dengan cara menulis Javascript di HTML? Tenang! Saya akan menjelaskannya. Ada 4 cara menulis kode Javascript pada HTML. Dari keempat cara ini, ada yang biasa dan sering digunakan.. ..ada juga yang ‘aneh’, jarang digunakan sih tapi masih work! Apa saja keempat cara itu? Mari kita bahas:

Halaman Github (Github Pages) merupakan layanan hosting web statis yang diberikan oleh Github. Layanan ini diberikan secara gratis dan kita juga akan mendapatkan subdomain .github.io. Bagaimanakah cara membuatnya? Baiklah, pastikan anda sudah punya akun Github dan sudah menginstal Git. Kemudian silakan ikuti langkah-langkah berikut, tidak sampai 10 menit kok.

Sudah dua kali semester saya mengajar di praktikum pemrograman Java. Hasilnya, hanya sebagian mahasiswa yang mengerti. Sebagiannya lagi masih pusing (atau mungkin saya yang tidak bisa mengajar). Bahasa pemrograman Java memang populer dan banyak digunakan di lapangan, oleh karena itu pihak kampus memilih bahasa ini untuk diajarkan pada semester I.