7 Framework Python Terbaik untuk Membuat Aplikasi Web
Python dikenal sebagai bahasa “General Purpose”. Artinya, Python bisa dipakai untuk apa saja.
Mulai dari bikin script otomatisasi, data science, AI, hingga membuat aplikasi web.
Di dunia web development, Python punya banyak sekali Framework yang memudahkan kita membuat website. Tidak perlu koding dari nol, semua fitur dasar seperti routing, koneksi database, dan keamanan sudah disiapkan.
Nah, dari sekian banyak framework, mana yang harus kamu pilih?
Berikut ini 7 framework Python paling populer dan paling banyak digunakan saat ini:
1. Django
“The web framework for perfectionists with deadlines.”
Django adalah raja-nya framework web di Python. Sifatnya “Batteries-Included”, artinya semua yang kamu butuhkan sudah ada di dalamnya: ORM, Authentication, Admin Panel, RSS, Sitemap, dll.
Kamu tidak perlu pusing mikirin konfigurasi yang ribet.
Kelebihan:
- Sangat lengkap (Full Stack).
- Keamanan tinggi (mencegah SQL Injection, XSS, CSRF secara default).
- Komunitas sangat besar.
Cocok untuk: Membuat aplikasi web besar, e-commerce, portal berita, atau sistem informasi perusahaan.
2. Flask
Kebalikan dari Django, Flask adalah Microframework.
Flask sangat minimalis. Dia tidak memaksa kita memakai struktur folder tertentu atau library tertentu. Kamu bebas memilih database apa yang mau dipakai, engine template apa yang mau dipakai, dll.
Kelebihan:
- Ringan dan sangat fleksibel.
- Mudah dipelajari pemula.
- Bebas kustomisasi.
Cocok untuk: Pemula yang baru belajar web Python, membuat microservices, atau aplikasi skala kecil hingga menengah.
3. FastAPI
Ini adalah “Bintang Baru” yang sedang naik daun! 🚀
FastAPI didesain khusus untuk membuat API dengan performa yang sangat cepat (setara Node.js dan Go). Framework ini memanfaatkan fitur modern Python 3.6+ seperti Type Hints dan Async/Await.
Kelebihan:
- Sangat Cepat (High Performance).
- Otomatisasi Dokumentasi API (Swagger UI sudah langsung jadi).
- Validasi data otomatis menggunakan Pydantic.
Cocok untuk: Backend API, Machine Learning Model Serving, dan sistem dengan trafik tinggi.
4. Pyramid
Pyramid berada di tengah-tengah antara Django dan Flask. Motonya: “Start small, finish big.”
Kamu bisa mulai membuat aplikasi dengan satu file saja (seperti Flask), tapi jika aplikasimu membesar, Pyramid menyediakan struktur yang solid untuk skalabilitas (seperti Django).
Kelebihan:
- Skalabilitas sangat baik.
- Fleksibel dalam pemilihan komponen.
- Digunakan oleh perusahaan besar seperti Mozilla dan Yelp.
Cocok untuk: Proyek yang diprediksi akan berkembang dari kecil menjadi sangat besar.
5. Tornado
Tornado awalnya dikembangkan oleh FriendFeed (sekarang bagian dari Facebook). Keunggulan utamanya adalah kemampuan Asynchronous (Non-blocking I/O).
Ini membuat Tornado sanggup menangani ribuan koneksi secara bersamaan.
Kelebihan:
- Jagonya Real-time (WebSockets).
- Performa tinggi untuk concurrent connection.
Cocok untuk: Aplikasi chatting, real-time notification, dan aplikasi yang butuh koneksi long-polling.
6. Bottle
Mirip seperti Flask, tapi lebih “mikro” lagi.
Bottle hanya terdiri dari SATU file python saja (bottle.py). Kamu bahkan tidak perlu menginstal dependensi apa pun selain Python itu sendiri.
from bottle import route, run
@route('/hello')
def hello():
return "Hello World!"
run(host='localhost', port=8080)Kelebihan:
- Sangat ringan.
- Tidak ada dependensi (Zero dependency).
- Cocok untuk prototyping cepat.
Cocok untuk: Aplikasi sangat sederhana, personal project, atau belajar konsep dasar web framework.
7. CherryPy
CherryPy adalah salah satu framework tertua tapi masih eksis. Konsepnya unik: “Everything is an Object”.
Dengan CherryPy, kamu membuat aplikasi web sama seperti membuat program Python berorientasi objek (OOP) biasa. Dia juga punya web server sendiri yang embedded.
Kelebihan:
- Sangat Pythonic (OOP Style).
- Stabil dan mature (sudah ada lebih dari 10 tahun).
- Bisa berjalan di atas server apa saja yang mendukung WSGI.
Cocok untuk: Programmer yang suka gaya koding OOP murni.
Kesimpulan: Pilih yang Mana?
- Mau bikin Web Komplit & Cepat Jadi? Pilih Django.
- Mau bikin API kencang? Pilih FastAPI.
- Mau Belajar atau butuh fleksibilitas? Pilih Flask.
- Butuh Real-time? Pilih Tornado.
Semoga bermanfaat! Selamat berkarya dengan Python. 🐍