Ini dia yang kamu cari
Ada 81 artikel dalam topik PHP.

Cara Mengambil Input di PHP CLI
Seperti yang sudah saya bahas pada tulisan sebelumnya. PHP CLI merupakan PHP yang berjalan di atas Command Line. Biasanya, program yang berbasis teks memiliki fungsi tersendiri untuk mengambil input. Contohnya Python menggunakan fungsi input() dan raw_input(), java menggunakan Scanner dan BufferReader, C++ menggunakan cin, Pascal menggunakan readln(), dsb. Lalu, Bagaimana dengan PHP?

Mengenal PHP CLI dan PHP Interaktif
Pada tutorial dan buku pemrograman PHP yang beredar, tidak banyak yang membahas tentang PHP CLI dan PHP interaktif. PHP sendiri merupakan sebuah bahasa pemrograman yang fokus untuk pengembangan web. Karena itu, jarang sekali digunakan di lingkungan CLI (Command Line). Bagi yang belajar pemrograman PHP menggunakan XAMPP atau LAMPP, kemungkinan jarang menggunakan PHP CLI atau PHP interaktif. Tetapi, bagi yang menggunakan paket terpisah (apache2, php, mysql), kemungkinan sering bermain dengan PHP CLI dan PHP interaktif.

Cara Eksekusi Perintah Command Line (CMD) Melalui PHP
Perintah-perintah dasar yang sering kita ketik di Terminal maupun CMD, dapat juga kita eksekusi melalui web. Tentu saja dengan bantuan PHP. Pada artikel sebelumnya, saya sudah pernah membahas fungsi-fungsi untuk operasi file dan direktori. Nah, sekarang ini kita akan coba fungsi system(). Fungsi ini untuk mengeksekusi perintah-perintah Terminal atau CMD. Baca Juga: Cara Menghapus dan Mengubah Nama Direktori dengan PHP Membuat dan Menampilkan isi Direktori dengan PHP Mari kita mulai dengan membuat sebuah file baru bernama eksekusi_perintah.php, kemudian isi dengan kode berikut.

Cara Menggunakan Web Server Bawaan dari PHP untuk Development
Sebenarnya kita tidak butuh XAMPP, apache2, atau web server lainnya untuk menjalankan PHP di localhost. Karena PHP sendiri sudah menyediakan server bawaan yang bisa kita gunakan untuk Development. Pada PHP versi 5.4.0, CLI SAPI menyediakan fitur build-in web server yang memungkinkan kita untuk membuat server web dari perintah command line (CLI). Mengapa lebih baik menggunakan ini daripada XAMPP atau apache2? Karena dengan web server ini berjalan di console dan kita akan mudah mengetahui error dari sana.

Belajar PHP: Persiapan Pemrograman PHP di Linux
Apa saja alat yang kita butuhkan untuk coding PHP di Linux? Pelajari semuanya di sini.

4 Fungsi di PHP untuk Manipulasi Direktori
Direktori adalah lokasi penyimpanan pada file system yang dapat berisi kumpulan file dan direktori. Ada beberapa fungsi yang dapat digunakan di PHP untuk manipulasi direktori: Fungsi mkdir() untuk membuat direktori; Fungsi scandir() untuk melihat isi direktori; Fungsi rmdir() untuk menghapus direktori; Fungsi rename() untuk mengubah nama direktori. Mari kita bahas semuanya satu per satu…

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP
Dalam sebuah tabel di database, seringkali kita membuat kolom bernama id sebagai primary key. Kadang kolom tersebut kita berikan fungsi auto increment agar otomatis terisi dengan angka. Namun, kali ini kita coba menggunakan karakter yang di-generate dari nilai waktu per milidetik. 1. Mengambil Niali Unik dari Fungsi WaktuKita dapat menggunakan fungsi microtime() atau fungsi time() untuk mendapatkan nilai unik. Nilai ini, senantiasa akan berubah terus, seiring dengan perubahan waktu. Dari percobaan di atas, fungsi microtime() mengembalikan nilai unik setiap kali dipanggil. Sementara itu, fungsi time() akan mengembalikan nilai unik setiap detik. Saya sarankan menggunakan fungsi microtime(), karena fungsi ini mengembalikan nilai unik per milidetik. 2. Konversi Nilai UnikSebenarnya, kita bisa saja menggunakan nilai kembalian dari microtime() dan time() untuk membuat id unik. Tapi, karena kita ingin membuat id seperti YouTube, maka kita harus lakukan konversi ke dalam bentuk lain. Kita bisa menggunakan fungsi base_convert() untuk membuatnya. Fungsi base_convert() Sebenarnya untuk mengubah basis dari sebuah nilai. Pada contoh di atas, parameter angka 10 merupakan panjang nilai yang dihasilkan. Sedangkan angka 36 adalah basisnya. Contoh lain, panjang 8 dengan basis 16 (bilangan heksadesimal): 3. Kode GeneratorKita sudah dapat apa yang kita inginkan, sekarang kita buat kode generatornya. Pada generator ini kita gunakan basis 36 dengan panjang 10. <?php $id = base_convert(microtime(false), 10, 36); ?>Kita bisa manfaatkan variabel tersebut untuk penyimpanan ke tabel database. Contoh: <?php $id = base_convert(microtime(false), 10, 36); mysqli_query($koneksi, “INSERT INTO video (id, judul, url) VALUE (’$id’,‘Petani Kode - Intro’,‘petani-kode.mp4’)”); ?>Basis 36 maksudnya: ‘abcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789’ = 36 karater. KesimpulanId unik untuk primary key seperti YouTube dibuat dari konversi nilai unik dari fungsi microtime() atau time() ke dalam bentuk basis 36. Konversi basis dari sebuah nilai menggunakan fungsi base_convert(). Referensi: Stack Overflow

Tutorial Codeigniter #09: Membuat Fitur Login untuk Admin
Pelajari cara membuat fitur login untuk Admin di Codeigniter dengan Library session bawaan Codeigniter.

Kode CRUD dalam Satu File PHP
Pernah mebayangkan, tidak? Membuat CRUD (Create, Read, Update, Delete) dalam satu file PHP. Biasanya, membuat aplikasi CRUD dilakukan dengan membuat file terpisah. Masing-masing file mewakili CRUD. Misalkan file create.php untuk menambahkan data, read.php untuk menampikan data, update.php untuk mengubah data, dan delete.php untuk menghapus data. Bagaimana kalau, semuanya digabungkan ke dalam satu file PHP? Pada kesempatan ini, saya ingin membagikan sebuah kode CRUD yang ditulis dalam satu file PHP. Kode ini, saya buat dengan koneksi database menggunakan API mysqli.